Senin, 13 Mei 2024

Perspektif Sosio Kultural Dalam Pendidikan-SEL.11.2-T1-8 Aksi Nyata-I Made Arista Sastra Saputra-2364803064-001 PGSD

 

Perspektif Sosio kultural dalam pendidikan merupakan pembelajaran yang mengacu pada teori yang memfokuskan peran peserta didik sebagai warga masyarakat untuk berinteraksi sosial dan budaya dalam proses belajar. Pembelajaran ini diangkat asgar peserta didik dapat menambahwawasannya terkait dengan budaya dan pembelajarn  tersebut tidak dapat dipisahkan karena ada alasan sederhana bahwa salah satu tujuan utama pembelajaran adalah transmisi budaya dari generasi ke generasi. Kajian teori sosiokultural menitikberatkan pada pengaruh timbal balik antara faktor sosial dan budaya terhadap pembentukan perilaku individu. Selain faktor biologis dan genetik, faktor sosial dan budaya di sekitar individu turut berperan dalam menentukan perilakunya. Melalui interaksi dengan lingkungan sosial dan budayanya, individu belajar dan mengembangkan berbagai pola perilaku. Norma sosial, nilai-nilai budaya, dan pengalaman sosial merupakan beberapa faktor yang dapat memengaruhi cara individu berpikir, merasakan, dan bertindak. Konteks sosial, seperti kelompok sosial, struktur sosial, dan sistem nilai budaya, juga turut memengaruhi cara individu memahami dan merespons situasi tertentu. Oleh karena itu, teori sosiokultural memandang individu sebagai hasil perpaduan kompleks antara faktor sosial, budaya, dan psikologis. Memahami konteks sosial dan budaya menjadi kunci dalam memahami perilaku individu dan merancang intervensi atau program pengembangan diri yang efektif.

            Implementasi pendidikan multikulturalisme, mediasi, dan pengenalan potensi belajar dalam pendidikan menjadi sebuah landasan penting untuk mengakui dan menghargai keberagaman budaya, bahasa, dan latar belakang peserta didik dalam proses pembelajaran. Penerapan mediasi terbukti efektif dalam membantu peserta didik memahami materi pelajaran dengan lebih baik. Konsep potensi belajar menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk belajar dan berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing. Hal ini menjadi landasan penting bagi saya untuk memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan kesempatan belajar yang sama tanpa terkecuali, sehingga dalam proses belajar mengajar peserta didik mampu memperoleh pemahaman yang optimal.

 

Berikut ini adalah hasil refleksi yang dapat saya pahami setelah mempelajari topik 1 mata kuliah perspektif sosio kultural dalam pendidikan:

1.      Mulai Dari Diri: Apa yang anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai pembelajaran?

Sebelum memulai pembelajaran, saya memiliki pemikiran bahwa penerapan sosiokultural dalam proses belajar mengajar sangatlah krusial. Hal ini dikarenakan pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga melibatkan interaksi sosial dan budaya antar peserta didik dan lingkungan mereka. Dengan mempertimbangkan perspektif sosiokultural, proses pembelajaran dapat menjadi lebih inklusif dan relevan bagi semua peserta didik. Pendekatan ini memungkinkan pengakuan terhadap budaya, latar belakang, dan pengalaman individual, sehingga menciptakan ruang belajar yang lebih terbuka dan menghargai keberagaman.

Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi sarana yang ampuh untuk mempromosikan pemahaman, toleransi, dan penghormatan antar budaya. Melalui interaksi dan kolaborasi antar peserta didik dengan latar belakang yang berbeda, proses pembelajaran dapat menumbuhkan rasa empati, saling pengertian, dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya yang beragam.

Penerapan sosiokultural dalam pendidikan bukan hanya bermanfaat bagi peserta didik, tetapi juga bagi para pendidik. Dengan memahami konteks sosial dan budaya peserta didik, para pendidik dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan individual. Hal ini memungkinkan peserta didik untuk belajar secara optimal dan mencapai potensi penuh mereka.

Secara keseluruhan, penerapan sosiokultural dalam pendidikan merupakan langkah penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan bermakna bagi semua.

2.      Eksplorasi Konsep: Apa yang anda pelajari dari konsep yang anda pelajari dalam topik ini?

Konsep sosiokultural dalam pendidikan menitikberatkan pada pemahaman konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik sebagai landasan proses pembelajaran yang efektif. Dengan memahami latar belakang peserta didik, guru dapat mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi, serta merancang pembelajaran yang lebih relevan dan memerdekakan. Hal ini memungkinkan terjalinnya interaksi sosial yang positif dalam proses belajar mengajar, di mana setiap peserta didik merasa dihargai dan didengar.

Pendekatan sosiokultural menekankan pentingnya kolaborasi dan integrasi konten pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Guru perlu mengakomodasi gaya belajar individu untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menarik. Pengembangan profesional guru melalui pelatihan, pendidikan, dan kolaborasi dengan guru lain juga menjadi aspek penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan merespons perubahan dalam konteks sosial dan budaya.

Secara keseluruhan, perspektif sosiokultural dalam pendidikan bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memerdekakan. Dengan memahami konteks sosial dan budaya, serta mengembangkan diri sebagai guru yang profesional, guru dapat memberikan kesempatan bagi setiap peserta didik untuk tumbuh dan berkembang secara holistik.

3.      Ruang Kolaborasi: Apa yang anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan- rekan anda dalam ruang kolaborasi?

Melalui kolaborasi bersama rekan-rekan, saya mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran krusial faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam memengaruhi pendidikan dan pembelajaran. Faktor-faktor ini tidak hanya memengaruhi peserta didik, tetapi juga memberikan panduan bagi pendidik dalam mengembangkan kualitas diri mereka. Memahami konteks sosial dan budaya di lingkungan belajar menjadi langkah awal bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi peserta didik. Dengan memahami nilai-nilai, norma, dan tradisi yang dianut masyarakat, pendidik dapat merancang pembelajaran yang selaras dengan konteks tersebut, sehingga tercipta proses belajar mengajar yang lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik. Di sisi lain, pemahaman terhadap faktor ekonomi dan politik juga tak kalah penting. Dengan memahami kondisi ekonomi dan politik di masyarakat, pendidik dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam sistem pendidikan. Hal ini memungkinkan mereka untuk merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi tersebut, dan bahkan menjadi agen perubahan yang memperjuangkan kebijakan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat dan peserta didik.

Pendidik yang memahami dinamika politik dan ekonomi dapat menjadi suara bagi mereka yang terpinggirkan, dan memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi semua. Mereka dapat mengadvokasi kebijakan yang mendukung akses pendidikan yang berkualitas bagi semua anak, terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, atau politik mereka. Dengan demikian, mempelajari dan memahami faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik bukan hanya tugas tambahan bagi pendidik, tetapi merupakan bagian integral dari pengembangan diri mereka sebagai pendidik yang berkualitas dan agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan peserta didik.

4.      Demonstrasi Kontekstual: Apa hal penting yang anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Proses demonstrasi yang saya jalani bersama kelompok memberikan beberapa pembelajaran penting yang tak ternilai. Pertama, saya semakin menyadari betapa pentingnya memahami konteks sosial dan budaya dalam pendidikan. Melalui diskusi bersama, kami menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki latar belakang yang unik dan pengalaman hidup yang berbeda. Hal ini menekankan pentingnya merancang pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik, mengakomodasi gaya belajar mereka, dan memperhatikan nilai-nilai budaya yang ada. Kedua, demonstrasi ini membuka mata saya tentang peran penting pendidik sebagai agen perubahan. Melalui diskusi, kami menyadari bahwa pemahaman tentang dinamika politik dan ekonomi dapat memungkinkan kami untuk berkontribusi dalam memperjuangkan kebijakan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat dan peserta didik. Sebagai pendidik, kita memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan kebutuhan dan aspirasi mereka yang terpinggirkan, dan memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi semua.

Secara pribadi, demonstrasi ini juga menjadi ajang bagi saya untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerjasama dalam bekerja dengan kelompok. Melalui kolaborasi dengan rekan kelompok, saya belajar untuk mendengarkan dan menghargai sudut pandang orang lain, serta mengintegrasikan ide-ide mereka dalam proses pembelajaran. Saya menyadari bahwa kolaborasi dan komunikasi yang efektif merupakan kunci untuk mencapai tujuan bersama. Pengalaman demonstrasi ini bukan hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan komitmen saya sebagai pendidik. Saya terinspirasi untuk terus belajar dan berkembang, serta berkontribusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan inklusif bagi semua.

5.      Elaborasi Pemahaman

a.      Sejauh ini, apa yang sudah anda pahami tentang topik ini?

Pelajaran yang saya dapatkan sejauh ini mencakup dua hal utama: evolusi sistem pendidikan Indonesia dan pentingnya perspektif sosiokultural dalam dunia pendidikan. Mengenai evolusi sistem pendidikan Indonesia, pembelajaran ini mengajak kita menelusuri perjalanan panjang sistem pendidikan di tanah air, mulai dari masa penjajahan hingga era reformasi. Memahami perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem pendidikan ini dapat membantu kita melihat benang merah antara masa lalu, masa kini, dan masa depan pendidikan Indonesia. Selain itu, kita juga mendalami perspektif sosiokultural dalam pendidikan. Pendekatan ini menekankan pentingnya merancang pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Ini berarti guru perlu memahami latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi peserta didik mereka. Dengan pemahaman tersebut, guru dapat menciptakan lingkungan kelas yang inklusif. Ini berarti lingkungan belajar yang terbuka, menghargai perbedaan, dan membuat setiap peserta didik merasa aman dan didukung untuk belajar. Terakhir, perspektif sosiokultural juga menekankan pentingnya pengembangan diri sebagai pendidik yang profesional.  Guru perlu terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka agar dapat mengajar secara efektif dalam konteks sosial dan budaya yang dinamis. Secara keseluruhan, pemahaman tentang evolusi sistem pendidikan Indonesia dan pentingnya perspektif sosiokultural dalam pendidikan dapat membantu kita menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik, adil, dan inklusif bagi semua peserta didik.

b.      Apa hal baru yang anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Sebelum memulai pembelajaran ini, ada dua hal baru yang sangat saya pahami. Pertama, saya semakin menyadari betapa krusialnya peran guru sebagai agen perubahan dalam sistem pendidikan. Ini bukan hanya sekedar mengajar, tetapi juga turut serta dalam memajukan dan memperbaiki sistem pendidikan itu sendiri.

Hal kedua yang baru saya baru saya sadari adalah kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan.  Sebelumnya, saya mungkin berpikir pendidikan hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan. Namun, kenyataannya faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik pun turut andil.  Misalnya, latar belakang sosial ekonomi peserta didik dapat mempengaruhi gaya belajar mereka.  Memahami realitas sosial dan budaya di lingkungan sekolah juga penting untuk merancang pembelajaran yang relevan dan diterima oleh peserta didik.  Selain itu, kebijakan pemerintah di bidang pendidikan pun  dapat mempengaruhi metode pengajaran dan kurikulum yang digunakan. Dengan memahami kompleksitas ini, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih efektif.  Guru yang peka terhadap faktor-faktor tersebut dapat menyesuaikan materi dan metode pengajarannya agar sesuai dengan konteks peserta didik dan lingkungan sekolah.  Ini memungkinkan terciptanya proses belajar mengajar yang lebih inklusif dan bermakna bagi semua peserta didik.

c.       Apa yang ingin anda pelajari lebih lanjut?

Topik ini membuka wawasan baru bagi saya tentang evolusi sistem pendidikan Indonesia dan pentingnya perspektif sosiokultural dalam dunia pendidikan. Namun, rasa ingin tahu saya masih tergelitik untuk menggali lebih dalam beberapa aspek penting. Pertama, saya ingin menyelami lebih jauh perubahan-perubahan signifikan yang mewarnai sistem pendidikan Indonesia dari masa ke masa. Memahami titik balik sejarah ini akan membantu saya memahami akar dari praktik-praktik pendidikan saat ini, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi pendidikan Indonesia di masa depan.

Kedua, saya ingin mempelajari lebih dalam tentang dampak perubahan-perubahan tersebut terhadap pendidikan saat ini. Bagaimana perubahan sistem pendidikan di masa lalu memengaruhi kurikulum, metode pengajaran, dan peran guru dalam proses belajar mengajar? Memahami dampak ini akan membantu saya melihat gambaran yang lebih utuh tentang pendidikan Indonesia dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan. Ketiga, saya ingin mempelajari lebih dalam tentang strategi dan pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan dalam perspektif sosiokultural. Bagaimana guru dapat merancang pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik dari beragam latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi? Bagaimana guru dapat menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan ramah bagi semua peserta didik? Memahami strategi dan pendekatan ini akan membantu saya menjadi guru yang lebih efektif dan inklusif.

6.      Koneksi Antar Materi: Apa yang anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Melalui koneksi antar materi, saya menemukan bahwa pembelajaran sosiokultural memiliki kaitan erat dengan mata kuliah lain dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi peserta didik. Mata kuliah yang terkait meliputi Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya (PPDP), Teknologi Baru dalam Pengajaran dan Pembelajarannya (TBPP), Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif (PPAE), Filosofi Pendidikan Indonesia (FPI), Pengalaman Praktik Lapangan (PPL), dan Proyek Kepemimpinan.

Keterkaitan dengan Mata Kuliah PPDP:

Mata kuliah PPDP menekankan pentingnya memahami latar belakang dan karakteristik peserta didik dalam merancang pembelajaran yang relevan. Hal ini selaras dengan prinsip pembelajaran sosiokultural yang memperhatikan faktor sosial dan budaya peserta didik. Dengan memahami latar belakang mereka, guru dapat merancang pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan mereka.

Keterkaitan dengan Mata Kuliah TBPP:

Mata kuliah TBPP membahas penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dalam konteks sosiokultural, teknologi dapat digunakan untuk mengakomodasi keberagaman peserta didik dan memperkaya pengalaman belajar mereka.expand_more Misalnya, teknologi dapat digunakan untuk menyediakan materi pembelajaran yang multimoda, memungkinkan interaksi belajar yang kolaboratif, dan memberikan akses informasi yang lebih luas bagi peserta didik dari berbagai latar belakang.

Keterkaitan dengan Mata Kuliah PPAE:

Mata kuliah PPAE membahas prinsip-prinsip pengajaran dan penilaian yang efektif. Dalam pendekatan sosiokultural, perlu mempertimbangkan konteks sosial dan budaya peserta didik dalam merancang penilaian yang adil dan relevan. Penilaian harus berfokus pada mengukur pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam konteks budaya mereka sendiri, dan tidak boleh bias terhadap peserta didik dari latar belakang tertentu.

Keterkaitan dengan Mata Kuliah FPI:

Mata Kuliah FPI mengembangkan pemahaman yang komprehensif tentang pendidikan di Indonesia, dengan mempertimbangkan hubungan antara nilai-nilai budaya, norma sosial, dan konteks sosial-budaya dalam pembelajaran. Guru yang memahami perspektif sosiokultural dapat merancang pengalaman pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman budaya peserta didik dan mempertimbangkan implikasi sosial dari praktik pendidikan di Indonesia.

Keterkaitan dengan Mata Kuliah PPL:

Mata kuliah PPL mengembangkan pemahaman yang holistik tentang praktik pengajaran dalam konteks sosial dan budaya. Guru yang memahami perspektif sosiokultural dapat merancang pengalaman pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman budaya peserta didik, mempertimbangkan norma budaya dalam strategi pengajaran, dan memahami interaksi sosial yang memengaruhi proses belajar. Dengan demikian, mereka dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan adil bagi semua peserta didik.

Keterkaitan dengan Proyek Kepemimpinan:

Proyek Kepemimpinan melibatkan pengembangan keterampilan kepemimpinan dalam konteks pendidikan. Pemahaman tentang perspektif sosiokultural dapat membantu kita menjadi pemimpin yang sensitif terhadap kebutuhan dan aspirasi peserta didik serta masyarakat. Pemimpin yang memahami sosiokultural dapat menciptakan budaya sekolah yang inklusif, mempromosikan keadilan sosial di sekolah, dan memperjuangkan kebijakan pendidikan yang berpihak pada peserta didik yang terpinggirkan.

Dengan menghubungkan pembelajaran sosiokultural dengan mata kuliah lain, kita dapat menciptakan pendekatan pembelajaran yang holistik dan menyeluruh, yang memperhatikan konteks sosial, budaya, dan individualitas peserta didik. Hal ini memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang efektif dan bermakna bagi semua.

7.      Aksi Nyata

a.      Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan anda sebagai guru?

Pelajaran tentang perspektif sosiokultural dalam pendidikan memberikan manfaat yang signifikan bagi kesiapan saya sebagai seorang guru. Manfaat-manfaat ini dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Memahami Peserta Didik dengan Lebih Baik:

Pemahaman tentang faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi peserta didik akan membantu saya menjadi guru yang lebih sensitif terhadap kebutuhan, latar belakang, dan pengalaman hidup mereka. Hal ini memungkinkan saya untuk merancang pembelajaran yang lebih relevan, membebaskan, dan bermakna bagi setiap peserta didik.

  1. Menciptakan Lingkungan Kelas yang Inklusif:

Dengan memahami perspektif sosiokultural, saya dapat menciptakan lingkungan kelas yang inklusif, di mana setiap peserta didik merasa dihargai, didengar, dan diberdayakan. Lingkungan belajar yang positif ini akan mendukung pertumbuhan peserta didik secara holistik, baik dari segi akademis maupun karakter.

  1. Mengembangkan Keterampilan Komunikasi dan Kerjasama:

Pembelajaran sosiokultural juga membantu saya mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dengan peserta didik, orang tua, dan anggota komunitas. Saya akan lebih mampu berinteraksi dengan beragam individu, membangun hubungan yang baik, dan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam lingkungan pendidikan.

Manfaat-manfaat ini merupakan bekal penting bagi saya untuk menjadi guru yang profesional dan efektif. Dengan memahami dan menerapkan perspektif sosiokultural dalam praktik mengajar, saya dapat menciptakan lingkungan belajar yang bermakna dan inklusif bagi semua peserta didik, dan membantu mereka mencapai potensi penuh mereka.

b.      Bagaimana anda menilai kesiapan anda saat ini, dalam skala 1-10? 

Saat ini, saya menilai kesiapan saya sebagai guru di angka 9 dari 10. Penilaian ini didasari oleh beberapa alasan:

Pertama, saya telah mempelajari konsep-konsep dasar perspektif sosiokultural dalam pendidikan. Pemahaman ini membuka mata saya tentang pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam proses belajar mengajar. Dengan memahami latar belakang dan konteks kehidupan peserta didik, saya dapat merancang pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna bagi mereka. Kedua, saya menyadari bahwa pembelajaran tidak hanya berkutat pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga melibatkan interaksi sosial dan budaya. Perspektif sosiokultural membantu saya memahami bahwa peserta didik adalah individu yang utuh dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang dibawa dari lingkungan mereka. Hal ini mendorong saya untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi semua peserta didik, di mana mereka merasa dihargai, didengar, dan diberdayakan.

c.       Apa yang perlu anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya secara optimal?

Meskipun saya telah memiliki pemahaman yang cukup tentang perspektif sosiokultural dan strategi pembelajaran yang relevan, saya menyadari bahwa untuk menerapkannya dengan optimal, diperlukan persiapan yang lebih matang. Berikut beberapa langkah yang akan saya ambil untuk menjadi guru yang lebih efektif dalam menerapkan pembelajaran sosiokultural.

1. Memperdalam Pengetahuan tentang Praktik Terbaik:

Saya akan terus belajar dan mencari pengetahuan yang lebih mendalam tentang praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran sosiokultural. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti mengikuti pelatihan, seminar, workshop, membaca jurnal dan artikel ilmiah, serta mengikuti perkembangan penelitian terbaru dalam bidang pendidikan sosiokultural. Dengan memiliki pengetahuan yang luas dan terkini, saya akan lebih siap untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif dan bermakna bagi peserta didik.

2. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dan Kerjasama:

Pembelajaran sosiokultural tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga melibatkan interaksi sosial dan budaya. Oleh karena itu, saya perlu meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak terkait, seperti peserta didik, orang tua, dan anggota komunitas. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun komunikasi yang terbuka dan positif, menjalin hubungan yang baik dengan semua pihak, serta melibatkan mereka secara aktif dalam proses belajar mengajar.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perspektif Sosiokultural dalam Dunia Pendidikan di Indonesia II SEL.11.2-T6-8 Aksi Nyata

  Mulai Dari Diri Apa yang anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?    Penyelenggaraan pendidikan dan pembelajar...