Rabu, 22 Mei 2024

Perspektif Sosiokultural Dalam Pendidikan di Indonesia SEL.11.2-T2-8 Aksi Nyata

 




Oleh          : I Made Arista Sastra Saputra 

Topik 2     : Konsep Dasar perspektif Sosio Kultural Dalam Pendidikan Di Indonesia

1. Apa yang anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Beberapa hal yang saya pahami terkait dengan topik ini sebelum memulai proses pembelajaran yaitu membahas memikirkan pengetahuan baru apa yang akan saya peroleh dari materi Status Ekonomi-Sosial dan CHAT. Kemudian hal-hal baru yang saya pahami terkait hal ini akan saya terapkan dalam beberapa kalimat. ketika melaksanakan kegiatan PPL beberapa keadaan yang serupa dengan konsep sosio kultural terjadi di sekolah tempat saya melaksanakan kegiatan PPL. Perbedaan yang terjadi ketika saya melaksanakan kegiatan PPL adalah terdaptnya siswa yang memiliki status sosial yang berbeda. beberapa siswa berada pada status sosial yang kurang baik hingga peserta didik menjadi anak yang pendiam dan komunikasi dengan peserta didik lainnya agak berkurang. Dari kejadian tersebut, saya dapat mengetahui bahwsannya status sosial memiliki dampak yang sangat besar kepada peserta didik, maka dari itu saya belajar untuk memberikan pendekatan yang berbeda dengan peserta didik tersebut, seperti memberikan perhatian khusus dan pertanyaan yang dapat merubah mental dari peserta didik.

2. Apa yang anda pelakari dari konsep yang anda pelajari dalam topik ini? 

Dari topik yang ada dan telah saya pelajari, saya belajar bahwasannya sosialisasi orang dewasa dengan sosialisasi anak sangat mempengaruhi perkembangan dari peserta didik. dari hal ini saya dapat menyimpulkan anak dapat mengembangkan kompetensinya melalui komunikasi dan interaksinya bersama dengan orang-orang di sekitarnya. Proses sosialisasi, baik dari orang dewasa maupun anak, memainkan peran penting dalam perkembangan anak di berbagai konteks sosial. Melalui pola komunikasi dan interaksi sosial, anak mengembangkan berbagai kompetensi, sikap, nilai, keterampilan, dan aspek perkembangan lainnya. Sosialisasi ini juga berkaitan erat dengan status sosial ekonomi (SES) dan CHAT (Cultural Historical Activity Theory). Perbedaan dalam interaksi sosial anak dipengaruhi oleh faktor budaya, etnis, kebangsaan, dan kaitannya dengan perkembangan sosio-emosional mereka. Modul yang saya baca menunjukkan bahwa kelompok SES menengah umumnya lebih berhasil dalam menanamkan nilai pendidikan dan usaha sebagai kunci menuju kehidupan yang lebih baik. Di sisi lain, manfaat pendidikan bagi kelompok SES rendah cenderung lebih rendah. Anak-anak dari SES rendah seringkali terjebak dalam situasi yang merugikan bukan hanya karena status kelompok mereka, tetapi juga karena keterbatasan tindakan yang diakibatkan oleh lingkungan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitar.

3. Apa yang anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan anda dalam ruang kolaborasi?

Di ruang kolaborasi, kami mengadakan diskusi kelompok untuk menganalisis tiga bacaan: "Belajar Berdemokrasi", "Ray Sang Pecandu Online Game", dan "Melawan Setan Bermata Runcing". Kami meneliti beberapa halaman dan mendiskusikannya dalam kaitannya dengan teori sosiokultural, meneliti bagaimana guru mempertimbangkan faktor sosial budaya dalam bacaan tersebut, dan mengeksplorasi solusi alternatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Ketiga bacaan ini memberikan inspirasi sebagai seorang calon guru. Saya menyadari pentingnya pendidikan dan dedikasi guru dalam mencerdaskan bangsa tanpa mengabaikan nilai-nilai keberagaman budaya. Hal ini semakin memotivasi saya untuk menjadi seorang pendidik yang berkualitas dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Indonesia.

4. Apa hal penting yang anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri?)

Demonstrasi Kontekstual merupakan sebuah metode pembelajaran yang melibatkan diskusi kelompok untuk menganalisis kasus-kasus dari berbagai buku. Melalui diskusi ini, kami dapat memahami materi dengan lebih mudah dan mendalam. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dan dievaluasi bersama-sama antar kelompok. Proses evaluasi ini mendorong kami untuk saling berbagi pendapat, berkomunikasi, dan membantu satu sama lain. Kolaborasi dan Demonstrasi Kontekstual ini memberikan banyak manfaat bagi kami. Kami mendapatkan nilai-nilai pembelajaran yang penting, seperti kerjasama, komunikasi, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, kami juga menjadi lebih peka terhadap persoalan sosial, khususnya terkait dengan status sosioekonomi (SES) yang tergambar dalam kisah-kisah buku yang dibahas. Pada tahap demonstrasi kontekstual, kami saling memberikan apresiasi dengan cara bertukar penilaian antar kelompok dan berdiskusi bersama-sama mengenai permasalahan yang muncul dalam presentasi. Hal ini membantu kami untuk memahami materi dengan lebih menyeluruh dan mendalam.

5. Sejauh ini apa yang sudah anda pahami tentang topik ini? 

Status Sosial Ekonomi (SES) merupakan faktor penting dalam konteks pengajaran karena setiap siswa memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda. Salah satu faktor yang memengaruhi prestasi belajar siswa adalah SES orang tua mereka. Faktor-faktor yang menentukan SES ini meliputi tingkat pekerjaan, tingkat pendidikan, dan pendapatan bulanan orang tua. Peneliti menggunakan ketiga aspek ini sebagai indikator untuk mengukur SES orang tua siswa. Pada umumnya, siswa dengan SES orang tua yang lebih baik memiliki akses yang lebih luas terhadap fasilitas belajar yang lengkap di rumah. Hal ini memberikan dorongan positif bagi proses belajar mereka dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sebaliknya, siswa dengan SES orang tua yang lebih rendah mungkin memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas belajar di rumah. Hal ini dapat menjadi hambatan dalam proses belajar mereka dan berakibat pada prestasi belajar yang lebih rendah. Kesimpulannya, SES orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Fasilitas belajar di rumah yang memadai, yang seringkali terkait dengan SES yang lebih tinggi, dapat memberikan dorongan positif bagi proses belajar siswa dan berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar mereka.

Apa hal baru yang anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai? 

Awalnya, saya memahami Status Sosial Ekonomi (SES) siswa hanya sebatas pendapatan dan pekerjaan orang tua mereka. Namun, setelah mempelajari lebih lanjut, saya menyadari bahwa SES memiliki pengaruh yang lebih luas, yaitu pada kesempatan siswa untuk mendapatkan fasilitas belajar yang memadai. Siswa dengan SES yang lebih baik umumnya memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, termasuk fasilitas belajar yang lengkap di rumah. Hal ini memberikan mereka kesempatan yang lebih baik untuk belajar dan berkembang. Di sisi lain, siswa dengan SES yang lebih rendah mungkin memiliki keterbatasan dalam hal fasilitas belajar, baik di rumah maupun di sekolah. Hal ini dapat menjadi hambatan dalam proses belajar mereka dan berakibat pada prestasi belajar yang lebih rendah. Pemahaman baru ini tentang SES membuka mata saya terhadap kompleksitas faktor yang dapat memengaruhi pendidikan siswa. Saya menyadari bahwa penting untuk mempertimbangkan latar belakang SES siswa dalam proses belajar mengajar agar dapat memberikan kesempatan yang lebih adil bagi semua siswa untuk mencapai potensi mereka.

Apa yang ingin anda pelajari lebih lanjut?

Sebagai seorang guru, saya memiliki ketertarikan untuk mempelajari lebih dalam tentang cara memahami Status Sosial Ekonomi (SES) siswa tanpa mengganggu proses belajar mengajar dan prestasi belajar mereka. Saya yakin bahwa dengan memahami SES siswa dengan baik, saya dapat merumuskan strategi pembelajaran yang lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan individu mereka.

6. Apa yang anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Melalui mempelajari materi ini, saya menyadari bahwa pembelajaran sosiokultural memiliki hubungan erat dengan mata kuliah lain yang pernah saya pelajari. Berikut beberapa contohnya:

  • Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya: Dalam mata kuliah ini, dibahas tentang pentingnya menggabungkan teori perkembangan kognitif, sosioemosional, dan konteks sosial untuk memahami peserta didik dan merancang pembelajaran yang sesuai dengan latar belakang mereka. Setiap peserta didik memiliki karakteristik dan latar belakang yang unik, termasuk aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Keberagaman ini memengaruhi perkembangan dan pola pikir mereka. Oleh karena itu, guru perlu memahami karakteristik peserta didik dengan baik agar dapat menentukan strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat.

  • Filosofi Pendidikan Indonesia: Konsep ini menekankan bahwa faktor sosial budaya juga sangat memengaruhi perkembangan pendidikan dan nilai-nilai filosofis dalam pendidikan di Indonesia. Hal ini berarti, sistem pendidikan di Indonesia perlu dirancang dengan mempertimbangkan konteks sosial budaya masyarakatnya.

  • Prinsip Pengajaran dan Asesmen: Dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, penting bagi guru untuk menyesuaikannya dengan kondisi peserta didik, termasuk karakteristik dan latar belakang mereka. Perencanaan pembelajaran dan asesmen harus disusun dan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik, level, dan kemampuan peserta didik tanpa memandang status sosial ekonomi mereka. Dengan demikian, pembelajaran dapat menjadi lebih relevan dan bermakna bagi setiap peserta didik.

7. Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan anda sebagai guru?

Pembelajaran sosiokultural memberikan manfaat penting bagi saya sebagai calon guru. Berikut beberapa manfaatnya:

  • Memahami Pengaruh Status Sosial Ekonomi (SES) dari Perspektif Sosiokultural:

Pemahaman tentang SES dari perspektif sosiokultural membantu saya memahami bagaimana latar belakang sosial ekonomi siswa memengaruhi proses belajar mereka. Hal ini penting agar saya dapat merancang pembelajaran yang lebih adil dan sesuai dengan kebutuhan individu siswa.

  • Mengintegrasikan Pemahaman SES dalam Pembelajaran:

Dengan pengetahuan tentang SES, saya dapat mengintegrasikannya ke dalam praktik mengajar saya. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memilih materi pembelajaran yang relevan, menggunakan metode pembelajaran yang tepat, dan memberikan dukungan yang sesuai bagi siswa dengan latar belakang SES yang berbeda.

  • Menyesuaikan Diri dengan Keberagaman Siswa:

Pembelajaran sosiokultural membantu saya mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi dan karakteristik siswa yang beragam. Hal ini penting karena setiap siswa memiliki latar belakang, pengalaman, dan kebutuhan belajar yang berbeda.

  • Menciptakan Pembelajaran yang Berpihak pada Siswa:

Dengan pengetahuan dan pemahaman tentang sosiokultural, saya dapat menciptakan pembelajaran yang lebih berpihak pada siswa. Hal ini berarti bahwa saya akan fokus pada kebutuhan dan potensi individu siswa, dan berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan nyaman bagi semua siswa.

  • Membangun Iklim Belajar Inklusif:

Pemahaman tentang sosiokultural membantu saya membangun iklim belajar yang inklusif di kelas. Hal ini berarti bahwa saya akan menciptakan ruang belajar yang aman dan terbuka bagi semua siswa, terlepas dari latar belakang, budaya, atau kemampuan mereka.

Bagaimana anda menilai kesiapan anda saat ini, dalam skala 1-10? apa alasannya?

Saya menilai kesiapan diri saya saat ini dalam memahami konsep Sosiokultural dalam Status Sosial Ekonomi (SES) berada pada level 7. Hal ini menunjukkan bahwa saya memiliki pemahaman dasar tentang konsep tersebut. Namun, saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu saya pelajari dan persiapkan untuk dapat menerapkan pengetahuan ini secara efektif dalam konteks pembelajaran di sekolah. Salah satu tantangan utama yang perlu saya hadapi adalah bagaimana menghadapi perbedaan SES peserta didik. Perbedaan ini dapat memengaruhi akses mereka terhadap sumber daya belajar, pengalaman hidup, dan motivasi belajar. Sebagai calon guru, saya perlu merancang strategi pembelajaran yang adil dan inklusif, sehingga semua peserta didik, terlepas dari latar belakang SES mereka, dapat mencapai potensi penuh mereka.

Apa yang perlu anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal? 

Pemahaman tentang konsep-konsep sosiokultural dalam pendidikan mendorong saya, sebagai calon guru, untuk mempersiapkan diri dengan lebih matang dalam menghadapi latar belakang dan karakteristik siswa yang beragam. Hal ini terutama penting dalam konteks Status Sosial Ekonomi (SES) yang berbeda-beda di antara peserta didik. Saya memiliki harapan untuk dapat merancang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan siswa dengan latar belakang kultural yang berbeda. Sebagai seorang guru, tugas saya tidak hanya memahami konsep saja, tetapi juga harus mampu memahami keberagaman yang ada dalam kelas. Kemampuan ini penting untuk diterapkan dalam menjelaskan materi dan praktik pembelajaran agar dapat berjalan dengan efektif dan bermakna bagi semua siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perspektif Sosiokultural dalam Dunia Pendidikan di Indonesia II SEL.11.2-T6-8 Aksi Nyata

  Mulai Dari Diri Apa yang anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?    Penyelenggaraan pendidikan dan pembelajar...